Sabtu, 04 Juni 2011

Membuat Fondasi Rumah Pasangan Batu Kali ( Rencana Kerja dan Syarat II)

Fondasi Rumah Pasangan Batu Kali


Fondasi pasangan batu kali lazimnya juga disebut fondasi bangunan sederhana. Sedangkan yang dimaksud bangunan sederhana umumnya merupakan bangunan gedung tidak bertingkat
atau bangunan gedung dengan beban relatif ringan. Jenis konstruksi yang menggunakan fondasi ini biasanya beban bangunan dilimpahkan melalui dinding bangunan ke fondasi, dengan kata lain bahwa dinding-dinding pada bangunan ini berfungsi sebagai rangkaian tiang-tiang yang menyangga agar bangunan tetap berdiri. Nah, karna dinding ini ibarat serangkaian tiang-tiang yang menyangga bangunan maka penulis mnyarankan agar siapa saja hendaknya memperhatikan kwalitas dari dinding anda, jika terbuat dari pasangan batu bata atau batako.
Sebelum membuat fondasi.... !
1.Yakinkan galian tanah anda berada pada tanah yang cukup keras, hindari tanah humus (lihat catatan2 pada posting sebelumnya ya.. ada pendapat ahli kok)
2.Bersihkan galian anda dari kotoran-kotoran terutama barang-barang yang bisa terurai tanah karna jika kotoran tersebut itu ada nantinya akan terurai tanah dan akan bisa menyebabkan lobang pada dasar fondasi
3.Pekerjaan mekanikal (apa dan bagimana pekerjaan mekanikal lihat Posting sebelumnya ya Pembagian Jenis Pekerjaan) terutama menyangkut pekerjaan pemipaan (pipa air kotor dan pipa air bekas) harus anda perhatikan sebelum melakukan pekerjaan fondasi. Pekerjaan pemipaan ini harus anda kerjakan sebelum atau ketika anda melakukan pasangan batu kali. kalaupun tidak maka anda harus menyiapkan lobang-lobang(sparing) di fondasi yang nantinya untuk lokasi pemipaan. Jika pekerjaan pemipaan air kotor dan air bekas ini terlewat maka sebagai konsekwensinya anda haus melubangi fondasi batu kali anda. Mudahkah pekerjaan membobok atau melubangi batu kali?? tentu saja pekerjaan yang berat. Baiklah pembaca sekalian, untuk lebih memahami point ini kita berikan ilustrasi.
   Gambar dibawah ini adalah jenis closet duduk merk TOTO tipe CW661 JT1-SW784JP


 Tanda panah yang menunjuk VU100/class D itu adalah tempat pipa yang menyalurkan air kotor dari closet ke septic tank. Pada gambar tersebut pipa dipasang dengan jarak 175mm atau 17.5cm dari dinding (lihat garis putus-putus dengan notasi 175).  Lha berarti anda harus menyiapkan pipa ini yang nantinya akan menembus fondasi anda.
4.Jika pekerjaan fondasi dilakukan pada tempat yang muka air tanahnya dangkal (artinya anda menggali belum dalam sudah keluar air) atau dilakukan ketika musim hujan. maka banyaknya pekerjan galian,  hanya sepanjang tukang bisa memasang fondasi batu kali pada hari itu saja artinya jangan menyisakan galian tanah tanpa dipasang batu kali, karena jika hujan nantinya dimungkinkan galian tanah anda
akan tertutup kembali dengan tanah hasil galian disebelahnya, berati juga ketika besuk anda harus menggali lagi. Waaah berarti dua kali kerja, berati juga dua kali biaya dan dua kali waktu, borosss tho.....
 Jika saya hanya mempunyai 1 tukang pasang fondasi maka kira-kira saya harus menggali berapa meter yaa..................? Untuk mengetahuinya lihat pada posting sebelumnya ya..(Fondasi Rumah Pasangan Batu Kali, Galian Tanah dan Urugan Kembali (Rencana Kerja dan Syarat1))berapa m3 produksi 1 tukang batu dalam sehari telah tersedia cara menghitungnya dan untuk  SNI terbarunya download disana trus hitung sendiri ya. Usahakan jangan terlewatkan pada tahap ini,  kesalahan pada tahap ini mengakibatkan anda harus membobok pasangan batu kali. Perlu diingat melobangi atau membobok batu kali adalah hal yang sulit...
5.Sebagian syarat sudah penulis sebutkan pada "Merencanakan Rumah dan Gedung Tahan Gempa"dilihat lagi ya. Posting yang lain tentatang fondasi dilihat juga ya kalau punya waktu


Ketika anda membuat fondasi......................?
1.Sebelum pondasi dipasang, terlebih dulu dibuat profil-profil pondasi dari bambu atau kayu  pada setiap pojok galian yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang pondasi.
2.Permukaan dasar galian ditimbun dengan pasir urug setebal minimal 10 cm, disiram dan diratakan.
3.Batu kali pecah yang digunakan harus batu pecah berkualitas terbaik, padat, bersih, tanpa retak-retak .  Kenapa kita mengunakan  batu kali belah...? Jika anda mau menyusun bongkahan yang terdiri dari segitiga-segitiga tak beraturan yang dilekatkan dengan capuran pasir dan semen, dan anda akan menyusun
   bongkahan yang terdiri dari bentuk bola yang tidak beraturan yang dilekatkan dengan  pasir dan semen juga. mana dari bongkahan tadi yang membutuhkan semen dan pasir sedikit jawabanya tetntusaj bongkahan segitiga tidak beraturan. disamping itu bongkahan yang dari segitiga itu akan lebih kuat menahan beban dibanding bongkahan bola tak beraturan. bongkahan segitiga itu kita analogikan dengan batu kali belah dan bongkahan bola tidak beraturan itu kita analogikan dengan batu kali biasa atau belum dibelah.
4.Adukan Pasangan batu untuk pondasi dilekatkan dengan campuran adukan 1 PC (semen) : 4 PS (Pasir). intinya karena kita membutuhkan kuat tekan fondasi yang tinggi maka semakin besar campuran semenya insyalloh campuran ya semakin baik.
5.Disarankan kepala pondasi digunakan adukan kedap air dengan campuran 1PC: 2 Pasir, setinggi 20 cm, dihitung dari permukaan pondasi ke bawah.
6.Adukan harus membungkus batu kali pada bagian tengah sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian pondasi yang berongga atau tidak padat.

Selasa, 31 Mei 2011

Fondasi Rumah Pasangan Batu Kali, Galian Tanah dan Urugan Kembali (Hitungan, Rencana Kerja dan Syarat I )

Barang kali anda binggung pada posting kali ini, pertama kali yang nampak bukan gambar akan tetapi berupa gambar yang berisi tulisan seperti di atas.
Baik kita jelaskan satu-persatu.
 

Pada gambar di atas tertulis :
1. Galian tanah
1 m3 galian tanah artinya adalah pekerjaan melakukan galian tanah dengan volume 1m3 dengan jenis tanah biasa bukan termasuk jenis tanah keras atau cadas. Pada lajur selanjutnya terdapat angka pekerja 0.526 orang. artinya bahwa dalam melakukan pekerjaan galian tanah dengan volume 1m3 diperlukan 1 orang yang bekerja dalam 0.526 hari dimana 1 hari orang kerja dihitung 8 jam.
Untuk mandor dan alat bantu kita asumsikan tidak ada karna diasumsikan juga bahwa orang melakukan pekerjaan galian tanpa mandor dan pekerja sudah membawa alat sendiri. 
 

2.Urugan kembali bekas galian (SNI 03-2835-2002)
1 m3 Urugan kembali bekas galian artinya adalah pekerjaan melakukan urugan tanah dimana tanah berasal dari bekas galian sebelumnya, dengan volume 1m3.
Pada lajur selanjutnya juga tertulis pekerja 0.192 orang artinya bahwa dalam melakukan pekerjaan galian dengan volume 1m3 diperlukan pekerjan 1 orang dengan waktu 0.192 hari kerja atau 8 jam jam kerja dalam sehari
Walaupun asumsi dalam pekerjaan ini tidak menggunakan mandor 0.019 mandor orang berarti dalam pekerjaan 1 m3 dibutuhkan 1 orang mandor yang bekerja selama 0.019 hari kerja atau 8 jam.
Sedangkan (SNI 03-2835-2002) artinya bahwa analisa harga satuan tadi telah dikeluarkan BSN dengan no (SNI 03-2835-2002)
 

3.PASANG PONDASI BATU BELAH (1PC : 5PS) (SNI 03-2836-2002)
PASANG PONDASI BATU BELAH (1PC : 5PS) artinya pasangan batu kali yang disusun/dilekatkan dengan spesi campuran 1 bagian PC(semen) dan 5 bagian PS(pasir).
Semen 136 Kg artinya bahwa dalam membuat 1 m3 fondasi batu kali diperlukan semen 136 kg (boleh juga diganti dengan zak dimana 1 zak semen ada yang 40 kg dan ada yang 50kg).
1.1 m3 batu kali belah artinya bahwa dalam membuat 1 m3 fondasi batu kali diperlukan batu kali 1.1 m3 

0.54 m3 pasir artinya bahwa dalam membuat 1 m3 fondasi batu kali diperlukan pasir 0.54 m3 pasir
Nah untuk pekerja dan tukang batu saya yakin anda sudah paham artinya, jadi tidak perlu saya ulangi ya....
Mudah kan....., tidak sulit tho.....
 

Baiklah pembaca sekalian, setelah kita mengetahui maksudnya, sekarang kita coba untuk mengetahui apa kegunaan dan fungsinya dari analisa di atas. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa :
1.Dalam pekerjaan galian tanah (tanah bukan keras atau cadas) 1 tukang gali dalam sehari kira-kira dapat mengali tanah sekitar 1.9 m3
Hayo dari mana asalnya......anda benar asalnya dari 1/0.526.
kesimpulanya jika agus ingin melakukan pekerjaan galian fondasi dengan volume tanah galian 19m3 dalam waktu 5 hari diperlukan kuli gali 2orang.

2.Pekerja yang melakukan pekerjaan urugan kembali tanah galian dalam sehari bisa mengurug urugan tanah 5.2 m3. Angka ini berasal dari 1/0.192=5.208m3
berarti kalau agus ingin mengurung tanah bekas galian fondasi dengan volume 52 m3 ia cukup memperkerjakaan 1 orang yang bisa diselesaikan dalam waktu 10 hari.
3.Untuk menghasilkan 1m3 fondasi batu kali diperlukan 1.1m3 batu kali, 136 kg semen, 0.54 m3 pasir. nah jika mau membuat 10m3 fondasi batu kali, dihitung sendiri ya berapa kebutuhan materialnya
4.Dalam melakukan pekerjaan fondasi batu kali diperlukan minimal 1 tukang dan kurang lebih 2.5 pekerja atau kuli, hanya perbandingan saja karna tentu saja sangat kesulitan mencari orang sejumlah 2.5 orang. Perbandingan ini diperoleh dari 1.5 kuli dibandingkan dengan 0.6 tukang batu (1.5/0.6 =2.5:1) jadinya 2.5 kuli dibanding 1 tukang pasang fondasi
Jadi kalau mau bikin fondasi, anda memperkerjakan  1 tukang dan 1 pekerja atau kuli saya sarankan anda sementara jadi kuli supaya tukangya enak dalam bekerja. Karna perbandinggan yang ideal adalah 1 tukang pasang fondasi dibantu 2.5 pembantu tukang atau kuli
5. 1 orang tukang batu dengan 2.5 pekerja atau kuli dalam sehari(8 jam) dapat menghasilkan pekerjaan fondasi kira-kira 1.667m3.
6. Nah sekarang dapat dihitung juga, kalau agus membayar 1tukang sehari Rp50.000, dan membayar pekerja/kuli Rp40.000, berarti dalam sehari  agus mengeluarkan uang (1 x 50.000)+(2.5 x 40.000)=Rp150.000 dan hasil produksi fondasi batu kali 1.667 m3. Jadi biaya tukang atau tenaga untuk bikin fondasi rumah batu kali tiap meter kubik (150.000/1.667)=Rp.89.992

7. Nah sekarang juga bisa menghitung kebutuhan bahan atau material membuat 1m3 fondasi batu kali, hitung sediri ya........
Mungkin anda sekarang sudah punya gambaran untuk apa uraian ini kan
 

Maka fungsi dari mengetahui uraian di atas adalah ;
1.Dapat menentukan jadwal/skedul (material, tenaga dan biaya) dalam pelaksanaan pekerjaan artinya kapan kita mau beli material (jumlahnya berapa kapan harus didatangkan), kapan juga kita mau megundang tukang (jumlahnya berapa) dan yang penting berapa uang yang harus kita siapkan dan kapan harus dikeluarkan.
2.Setelah mengetahui jadwal material, tenaga dan biaya kita dapat melakukan pengelolaan pekerjaan pembagunan rumah kita. Yang denganya diharapkan rumah yang kita bangun dengan dana yang kita punyai jadi dan efisien sesuai peruntukanya

3.Karna dari hasil ini anda dapat mengetahui ongkos produksi membuat fondasi rumah dari batu kali maka jika nantinya anda akan memborongkan pekerjaan ini ada sudah tahu kira-kira harus menawar berapa.
3.Saya yakin justru sekarang
anda  lebih tahu uraian di atas dapat digunakan untuk apa. gantian saya yang diberi tahu ya....
 

Catatan Rumahdangriya:
-Analisa harga satuan diatas disadur dari SNI, walaupun udah usang. Untuk analisa yang baru saya yakin anda bisa mengerjakan sendiri kan....
-Sesuai dengan SNI bahwa jam efektif tenaga kerja adalah 5 jam. Walaupun begitu biasanya meraka bekerja di lapangan 8 jam 
-Analisa galian tanah diatas hanya sebagai contoh saja. Analisa dari BSN telah diterbitkan dengan judul Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan no SNI 2835:2008 mau tahu SNInya, download aja disini
-Analisa fondasi batu belah tadi diambil dari  (SNI 03-2836-2002) akan tetapi sudah ada revisi dari BSN tahun 2008 diterbitkan dengan judul Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Fondasi Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan dan noSNInya (2836:2008) mau tahu revisinya, download aja disini
-Hal-hal yang berbeda dalam tulisan ini dengan SNI maka yang dipakai rujukan utama adalah SNI. Jika salah, ya mungkin penulisnya sudah agak ngantuk seharian kerja juga karna kecerobohan penulis
-Hak cipta sepenuhnya milik SNI dalam rangka saling membantu dalam kebaikan maka tulisan ini dibuat
 

Senin, 30 Mei 2011

Fondasi Telapak (Foot Plate), Program dan Cara Penggunaanya

Fondasi Telapak (Foot Plate)

Jenis fondasi yang sering digunakan oleh sebagian orang terutama gedung lantai dua adalah jenis fondasi telapak atau dikenal juga dengan nama foot plate. Jenis konstruksi ini lazimnya menggunakan beton bertulang dengan ukuran dan detail penulangan tertentu. Sesuai dengan analisa teknis fondasi tersebut harus mampu berfungsi sesuai dengan peruntukanya. Sudah barang tentu dalam merencanakanya bukanlah hal yang mudah.
Hal yang diperlukan dalam merencanakan dalam perencanaan fondasi telapak adalah :
1.Kondisi tanah yang akan menahan beban bangunan lewat fondasi, Syarat-syaratnya adalah tanah mampu menerima beban yang diteima fondasi tanpa mengalami penurunan atau penurunan dalam kadar yang sedikit dan merata. Data-data dari kondisi tanah yang dibutuhkan diantaranya kohesi atau lekatan tanah, berat jenis tanah
2.Kondisi fondasi. Dimana fondasi harus mampu untuk menerima gaya-gaya yang bekerja padanya tanpa terjadi kerusakan pada fondasi foot plate itu sendiri.  Analisa kemampuan fondasi tidak didapatkan begitu saja akan tetap perlu analisa struktur fondasi dengan mengolah beberapa data sekunder yang nantinya akan didapatkan kapasitas fondasi footplate.
Untuk didapatkan analisa kondisi tanah diperlukan penyelidikan tanah. Biasanya dilakukan oleh laboratoriun mekanika tanah. Wahhhhhhhhh…. hal ini tentu saja sulit, disamping juga harus mengeluarkan biaya, ditambah lagi masih harus menganalisa struktur fondasi itu sendiri. Mau lihat gambaranya bangaimana penyelidikan tanah itu, lihat disini ya..klik disini

Berikut ini kita sajikan program yang telah disediakan pemerintah RI untuk menghitung fondasi, sedang data tanah kita ambil dari beberapa referensi. Hal ini tentu saja masih jauh hasilnya dari analisa yang biasa dilakukan para ahli. Hanya saja harapan penulis, ini dapat dijadikan pendekatan untuk menghasilkan kwalitas bangunan kita yang lebih baik. Juga kita sertakan petunjuk pengunaan program ini.
Download program komputer perhitungan fondasi foot plate klik di bawah ini
download program
Download panduan program perhitungan fondasi foot plate klik di bawah ini 
download panduan program

Sedangkan data tanah kita sajikan seperlunya saja
Jenis tanah
Kuat dukung tanah ijin(kPa)
Lempung(lunak-keras)
50-300
Pasir halus(lepas-padat)
75-125
Pasir kasar(lepas-padat)
100-400
Cadas pasir
400
Batu pasir
800
Batu beku
>1000

Dimana : 1kPa=10 gr/cm2
Berarti kalau 100 kPa=1000 gr/cm2=1 kg/cm2=10000 kg/m2 atau 10 ton/ m2
Untuk daerah Jogjakarta kuat dukung tanah ijin berkisar =100~150kPa
Diambil dari buku teknik Fondasi I


Selamat mencoba…….

  

Minggu, 29 Mei 2011

Pedoman Praktis Mendirikan Rumah Di kawasan Rawan Gempa

Gempa bumi merupakan suatu fenomena tanda-tanda dari kebesaran pencipta kita yang sampai detik sekarang para ahli tidak dapat memprediksinya. Karena masih merupakan misteri dan masih menjadi tanda tanya yang sangat besar mengenai kapan terjadi dan seberapa besar kekuatanya, maka memprediksikan hal-hal untuk mengantisipasinya apa yang akan terjadi terutama pada rumah kita ketika gempa bumi juga sangat sulit. Lebih-lebih penulis. Sedikit tulisan dalam blog ini bukanlah apa-apa jika dibanding dengan pendapat ahli, akan tetapi semoga dapat berguna minimal bagi penulis sendiri. Patut kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah kita yang telah menerbitkan beberapa pedoman-pedoman bagi rakyatnya dalam mendirikan rumah tahan gempa. Dalam beberapa tulisan kedepan penulis berusaha menyajikan apa yan telah didapat dan sebisa mungkin menerjemahkan dengan bahasa yang semoga semua orang bisa memahaminya dengan harapan besar penulis agar rumah yang didirikan mampu bertahan jika nantinya gempa bumi melanda negeri kita.
Salah satu pedoman yang telah didapatkan penulis adalah Pedoman Praktis Mendirikan Rumah Di kawasan Rawan Gempa.
Sesuai dengan judulnya Praktis jadi pedoman ini sangat praktis sekali, simak pedomannya dibawah ini

Sabtu, 07 Mei 2011

Seri Merencanakan Rumah Tahan Gempa, Edisi Fondasi

Fondasi
Telah kita uraikan dalam catatan Rumah dan Griya definisi fondasi secara bahasa dan secara istilah dalam posting sebelumnya (MERENCANAKAN RUMAH DAN GEDUNG TAHAN GEMPA).Setelah membaca uraian tersebut dapat diketahui bahwa fondasi harus diletakan pada tanah yang mampu mendukung akibat beban yang bekerja padanya secara mudah dikatakan bahwa fondasi harus diletakan pada tanah yang keras. Jika diatas tanah ditancapkan tongkat besi (1) dengan ujug batang yang lancip, diatas tongkat kemudian dipukul. Tongkat besi (2) yang lain dengan ujung batang yang tumpul (tidak lancip) dipukul dengan palu besi. Tongkat manakah yang akan tertancap ditanah lebih dalam atau lebih mudah menancap ditanah………………………..?ANDA BENAR. Jawabanya dengan kondisi yang semuanya sama, tentu saja dengan mudah anda akan menjawab bahwa tongkat yang akan tertancap lebih dalam adalah tongkat 1.
Baik pembaca yang kami hormati sedikit kita berbicara teknis ….
Saat kita sekolah dulu (lebih-lebih kuliah teknik tentu saja akan didapatkan pelajaran ini, bahkan bisa jadi ahli, tapi karna yang nulis bukan ahli kita gunakan bahasa anak sekolah bukan anak kuliah). Da persamaan fisika :

Q=P/A

Q=Reaksi tanah akibat beban yang bekerja (kg/m2 atau ton/m2)
P=Beban (kg/ton)
A=luas penampang (m2)
Dari persamaan ini kita pahami semakin besar luas penampang semakin kecil reaksi tanah, dan semakin besar beban yang bekerja maka reaksi tanah semakin besar. Dari contoh di atas dapat dijawab kenapa tongkat yang lancip itu akan mudah tertancap atau akan lebih dalam tertancap dibandingkan dengan tongkat yang tumpul. Jawabanya karna luas penampang dari tongkat yang kontak dengan tanah adalah kecil, maka reaksi tanah adalah kecil.
Dalam merencanakan fondasi tidak lepas dari tiga fakor tadi. Beban, beban yang diperhitungkan adalah beban bangunan di atasnya artinya rumah yang dibuat dari kayu tentu saja hanya membutuhkan fondasi yang kecil dibandingkan dengan rumah tingkat yang terbuat dari beton bertulang karna rumah beton tentu saja lebih berat dibandingan dengan rumah kayu. Kemudian yang diperhitungkan adalah luas penampang fondasi, semakin luas penampang fondasi maka fondasi itu punya kemampuan untuk menahan bangunan yang berat lebih besar dibandingkan dengan fondasi dengan penampang yang kecil.
Pembagian tipe fondasi  yang bias digunakan untuk bangunan gedung :
1.Fondasi bangunan sederhana
2.Fondasi bangunan bertingkat atau berat
Kita lupakan saja fondasi untuk bangunan gedung bertingkat atau bangunan yang berat. Kita bicarakan saja fondasi untuk rumah kita.
Fondasi bangunan sederhana biasanya digunakan fondasi pasangan batu kali dan fondasi telapak (sering disebut cakar ayam oleh kebanyakan orang tapi ini penamaan yang keliru. Sering juga disebut footplate yang ini agak keteknik-teknikan bahasanya).
Fondasi pasangan batu kali 
Pendapat ahli(pak Kabul Basah Suryolelono dalam buku Teknik Fondasi I) tentang fondasi :
Lebar dasar fondasi 80 cm untuk daerah jogjakarta
Kedalaman fondasi berkisar antara 80~100cm


Kamis, 21 April 2011

RUMAH KAYU DINDING PAPAN DENGAN FONDASI SETEMPAT/UMPAK

RUMAH
Rumah Konstruksi Kayu
Rumah konstruksi kayu adalah bangunan rumah dengan menggunakan sistem struktur rangka pemikul dari bahan kayu. Biasa disebut sebagai rumah kayu, ciri-cirinya yaitu seluruh komponen balok dan kolom serta dinding yang digunakan adalah kayu.  
Rumah dengan struktur rangka kayu harus menggunakan sambungan-sambungan takik yang dikencangkan dengan menggunakan paku minimal 4 buah. Panjang paku yang digunakan minimal 2,5 kali tebal kayu yang terkecil.  Apabila struktur kayu ini memikul beban berat (seperti struktur kayu untuk bangunan gudang atau garasi kendaraan), maka sambungan kayu harus dikencangkan dengan menggunakan bout berdiameter minimum 10 mm. Semua kayu yang digunakan harus kering dan bila perlu diawetkan sesuai dengan persyaratan pengawetan kayu.
1. Rumah Kayu Dinding Papan dengan Pondasi Setempat / Umpak 

  1.  Pondasi setempat/umpak yang dimaksudkan di dalam pedoman teknis ini adalah pondasi umpak yang terbuat dari beton kosong (tanpa tulangan) campuran     1PC :   1 1/2  Psr  : 2 1/2 Krl.
  2. Bentuk pondasi umpak adalah prisma terpancung dengan ukuran penampang atas 25 cm x 25 cm, penampang bawah 60 cm x 60 cm, dan tinggi 90 cm
  3. Bagian yang tertanam dari pondasi umpak sekurang-kurangnya 30 cm atau sampai tanah keras. Jarak maksimum antar pondasi adalah 1,5 m.
  4. Pembuatan papan duga (bowplang) sebagai acuan penempatan harus dibuat sedemikian rupa sehingga setiap baris pondasi berada tepat dibawah sumbu memanjang balok, seperti ditunjukkan pada Gambar  15
  5. Setiap pondasi umpak harus terikat satu sama lain dengan balok pengikat, seperti pada Gambar 16
BAB II
Gambar 15  Denah penempatan pondasi Umpak

      
Gambar 16  Penempatan balok pengikat pondasi

Gambar 17 Struktur kerangka sederhana kayu, pondasi setempat
Disalin dari :Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa

Selasa, 12 April 2011

MERENCANAKAN RUMAH DAN GEDUNG TAHAN GEMPA

Ketentuan Umum
Bangunan rumah dan gedung lainnya yang dibuat atau direncanakan mengikuti pedoman teknis ini (Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa, dinas cipta karya 2006) harus mengikuti ketentuan-ketentuan berikut:
1. Pondasi
              a. Pondasi harus ditempatkan pada tanah keras.
              b. Penampang melintang pondasi harus simetris seperti terlihat pada Gambar-2.       

Gambar 2   Penampang melintang pondasi batu kali


              c. Harus dihindarkan penempatan pondasi pada sebagian tanah keras dan sebagian tanah lunak.

Gambar 3   Pondasi menerus yang diletakkan pada sebagian tanah keras dan sebagian tanah lunak.

              d. Sangat disarankan menggunakan pondasi menerus, mengikuti panjang denah bangunan, seperti ditunjukan oleh Gambar 4.

Gambar  4    Pondasi menerus.
              e. Pondasi dibuat menerus pada kedalaman yang sama, pondasi bertangga seperti ditunjukan oleh gambar 5 berikut tidak diperkenankan.


Gambar 5   Pondasi bertangga yang tidak diperkenankan

               f. Bila digunakan pondasi setempat/umpak, maka masing-masing pondasi setempat tersebut harus diikat satu dengan lainnya secara kaku dengan balok pengikat.


 Gambar 6  Detail balok pengikat untuk pondasi umpak/setempat
              g. Penggunaan pondasi pada kondisi tanah lunak dapat digunakan pondasi pelat beton atau jenis pondasi alternatif lainnya.
  

Gambar  7  Pondasi pelat dari beton bertulang


Gambar  8  Pondasi rakit dari kayu
              h. Untuk rumah panggung di tanah keras yang menggunakan pondasi tiang, maka masing-masing dari tiang tersebut harus terikat sedemikian rupa satu sama lainnya dengan silang pengaku,  bagian bawah tiang yang berhubungan dengan tanah diberi telapak dari batu cetak atau batu kali sehingga mampu memikul beban yang ada diatasnya secara merata. Ukuran batu cetak 25 X 25cm, tebal 20 cm (Gambar 9).


Gambar 9  Pondasi tiang di tanah keras

2. Denah bangunan
Denah yang baik untuk bangunan gedung dan rumah di daerah gempa adalah sebagai berikut:
              a. Denah bangunan gedung dan rumah sebaiknya sederhana, simetris terhadap kedua sumbu bangunan dan tidak terlalu panjang. Perbandingan lebar bangunan dengan  panjang 1:2.
              b. Bila dikehendaki denah bangunan gedung dan rumah yang tidak simetris, maka denah bangunan tersebut harus dipisahkan dengan alur pemisah sedemikian rupa sehingga denah bangunan merupakan rangkaian dari denah yang simetris.
 Gambar 10  Denah bangunan gedung yang terdiri dari rangkaian bangunan simetris
              c. Penempatan dinding-dinding penyekat dan bukaan pintu / jendela harus dibuat simetris terhadap sumbu denah bangunan.


 Gambar  11   Contoh penempatan dinding penyekat 

              d. Bidang dinding harus dibuat membentuk kotak-kotak tertutup, seperti gambar 12.


Gambar  12   Bidang dinding pada bangunan gedung


3. Lokasi bangunan
Untuk menjamin keamanan bangunan gedung dan rumah terhadap gempa, maka dalam memilih lokasi dimana bangunan akan didirikan harus memperhatikan :
          a. Bila bangunan gedung dan rumah akan dibangun pada lahan perbukitan, maka lereng bukit harus dipilih yang stabil agar tidak longsor pada saat gempa bumi terjadi.
          b. Bila bangunan gedung dan rumah akan dibangun di lahan dataran, maka bangunan tidak diperkenankan dibangun di lokasi yang memiliki jenis tanah yang sangat halus dan tanah liat yang sensitif (tanah mengembang).

4 . Desain struktur
Struktur bangunan gedung dan rumah tinggal harus didesain sedemikian sehingga memiliki: daktilitas yang baik (baik pada material maupun strukturnya); kelenturan pada strukturnya; dan memiliki daya tahan terhadap kerusakan. 

Disalin dari :Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa


CATATAN Rumah dan Griya
Tentu saja dalam membuat rumah banyak hal yang mempengaruhinya dan untuk membuat sebuah rumah yang sangat ideal ketika gempa terjadi cukup sulit bahkan seorang yang pernah belajar ilmu sipil.  Maka beberapa catatan di bawah ini semoga dapat berguna.
Definisi Fondasi
Fondasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat )di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan.
Fungsi utama dari fondasi adalah sebagai komponen struktur bangunan yang menjadi perantara untuk meneruskan beban struktur(bangunan)d iatasnya dan gaya-gaya lain (misalnya:gaya gempa yang arahnya horizontal atau mendatar) yang bekerja pada bangunan tersebut, ke tanah. Suatu bangunan dikatakan setabil bila tanah pendukung mampu menerima beban dari banguanan tersebut, artinya bangunaan tersebut tidak mengalami penurunan (ambles:jawa), guling, geser atau bahkan bergerak.
Catatan 1:Bahwa fondasi harus diletakan pada tanah yang punya kuat dukung yang tinggi. Sifat tanah ini biasanya keras dan kembang susutnya kecil. Sifat kembang susut yang besar dapat dilihat jika tanah tersebut kering yang semula dalam keadaan basah, maka tanah tersebut akan retak-retak disebagian besar permukaanya.
Dengan pegertian tersebut maka fondasi disetiap tempat berbeda-beda tergantung jenis tanahnya. Maka kalau ada tukang yang ngomong “saya buat fondasi di daerah jauh sana dalamnya sekian meter ,jadi disini harus sekian juga” bagaima pendapat anda berdasarkan  catatan di atas…………...?
Seorang mengali fondasi di daerah jogja kota kedalaman 100 centimeter sedang orang di daerah patuk gunung kidul mengali fondasi kedalamanya hanya 30cm, kemudian didirikan bangunan rumah diatasnya bahkan lantai 02. Maka dari kedua orang ini  manakah rumah yang akan ambles lebih dulu……………………..? Jawabanya bahwa fakor utama dari fondasi adalah bagaimana meletakanya pada tanah yang keras sehingga tidak terjadi penurunan, geser atau guling. Sebuah meja di letakan di sudut rumah tidak perlu fondasi, tentu saja karna meja tersebut terletak pada dasar yang setabil. Sebuah kursi diletakan di teras rumah tidak perlu fondasi. Maka kedua orang tadi  “    BENAR   “ atau  “    SALAH    “. Bahkan yang paling benar dan tidak akan dibantah bahkan oleh seorang ahli fondasi adalah perletakan meja dan kursi tadi.
Catatan 2: Fondasi harus diletakan pada tanah yang keras. Jika hal ini masih menyulitkan maka lihatlah bangunan yang sejenis di daerah anda buatlah fondasi sejenis dengan kedalaman sama atau lebih dalam dan dengan bentuk fondasi yang sama atau lebih besar.Semoga Rumah Anda Aman.


Catatan 3:Denah Bangunan
Denah bangunan ini merupakan komponen utama yang akan membentuk bangunan. Sekali lagi walaupun sulit mencari bentuk struktur (dikatakan juga bentuk bangunan) yang sangat ideal memenuhi syarat-sayarat yang didijinkan tetapi beberapa pedoman dasar ini dapat digunakan.(yang ini tak kutip dari Buku Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang yang nulis Pak Gideon H Kusumah):
  1. Bangunan mempunyai bentuk yang sederhana. semakin sederhana sebuah bentuk maka pengetahuan kita tentang bangunan tadi lebih banyak dibanding bentuk bangunan yang kompleks
  2. Bentuknya simetris
  3. Bentuk bangunan tidak terlalu langsing. Perbandingan tinggi dan lebar kurang dari 4 (h tinggi, b lebar h<4b)
  4. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi banggunan seragam dan menerus. Komponen struktur (balok beton, kolom atau tiang beton, fondasi harus menerus dari bawah sampai ke atas)
  5. Bangunan mempunyai kekakuan yang cukup 
Insyalloh kapan-kapan tak tulis satu per satu uraian dari poin-poin di atas supaya lebih jelas.

Catatan 4:Lokasi bangunan
Kesetabilan lerang bukan hanya ditutut ketika terjadi gempa bahkan dalam keadaan normal kesetabilan lereng tetep harus ada. Sebuah tanah di areal perbukitan dalam keadaan normal boleh saja setabil tetapi perlu diingat bahwa nanti lereng tersebut akan menerima beban seberat rumah yang didirikan, jika tanah yang berada dilereng tidak stabil boleh jadi akan terjadi longsor pada area tersebut. Beberapa hal yang Rumah dan Griya sarankan ketika anda akan medirikan di areal perbukitan :
  1. Sebelum mendirikan perlu dilihat area sekitar lokasi pernahkan terjadi longsor, jika ya maka sebaiknya anda urungkan membuat rumah dilokasi tersebut atau jika masih menginginkan mendirikan dilokasi tersebut maka mitalah bantuan pada ahli maka mereka akan melakukan penyelidikan tanah dan akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan
  2. Usahakan jarak yang cukup jauh dari bibir lereng, artinya bahwa semakin mendekat dengan bibir lereng semakin besar kemungkinan longsor
  3. Rumah yang ringan akan memperkecil kemungkinan terjadi longsor
  4. Fondasi diusahakan cukup dalam dan akan lebih baik jika menggunakan fondasi jenis sumuran(apa dan bagaimana tipe fondasi semoga dalam beberapa tulisan kedepan dapan bisa disajikan Rumah dan Griya)
  5. Jika diperlukan buatlah dinding penahan tanah (talud) dilereng tersebut
Di lahan datar
Bukan berarti bahwa dilahan datar jaminan akan stabilnya bangunan, seperti yang sudah dituliskan di atas yang terpenting adalah kesetabilan tanah. Oleh sebeb itu Rumah dan Griya menyarangkan agar:
  1. Hindari tanah humus dengan memperdalam fondasi
  2. Jika tanah bekas timbunan maka fondasi harus diletakan ditanah asli kecuali pemadatan tanah sangat baik
  3. Jika karna suatu hal harus melakukan penimbunan tanah maka kepadatan tanah harus diperhatiakan.Lakukan pemadatan tanah selapis demi selapis, gunakan alat pemadat tanah, jangan menimbun tanah dengan bahan organik karna nanti akan terurai oleh tanah dan hal yang paling mudah adalah tungulah cukup lama biarkan proses alam yang memadatkan tanah
Catatan 5 :Desain Struktur
Daktilitas adalah kemampuan struktur bangunan gedung untuk mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup, sehingga struktur gedung tersebut tetap berdiri walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan.
 
  

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger