Rabu, 13 Juni 2012

Cara Menghitung Plat Lantai Beton Floor Deck


Tulisan kali ini merupakan hutang penulisa pada posting sebelumnya yang akan menulisakan tetang plat lantai rumah bertingkat menggunakan beton bertulang dengan plat cor deck/floor deck.
Sebagai bahan perbandingan utama adalah analisa harga satuan pekerjaan plat lantai beton sebagai mana tabel 53.1 dibawah ini. 

Gambar 53.1 Analisa harga satuan plat beton bertulang (150 kg besi + begisting) bersumber dari SNI 7394:2008

Khusus mengenai pembahasan tabel 54.1 gambar diatas pernah penulis ulas.
Pembaca sekalian, sebenarnya perbedaan antara plat lantai konvesional dengan plat lantai menggunakan plat cor deck/floor deck semuanya hampir berbeda mulai dari volume beton dari masing-masing metode, pembesian, dan pembuatan begisting.  
Baiklah pembaca sekalian, langsung saja kita simak pembahsannya. 
 Gambar 53.2 Denah Pemasangan Plat Dack Beton Dengan Plat cor deck/floor deck

 Gambar 53.3 Potongan Pemasangan Plat Dack Beton Dengan Plat cor deck/floor deck

Dari gambar 53.2 dan 53.3 diatas kita dapati informasi gambar seperti

No
Uraian
Jumlah
Satuan
a
b
c
d
1
Bambu penyangga vertikal
18
Bh
2
Usug/kayu 5x7cm panjang 3,6m penyangga horisontal
6
Bh
3
Plat cor deck/floor deck
9,36
m2
4
Besi tulangan beton
57,83
kg

Keterangan table :
1.Bambu penyangga vertikal (panjang sesuai dengan jarak lantai 01 dan lantai 02) kita asumsikan 4 mtr, jumlah 18 dapat dilihat pada gambar 53.1 berupa gambar-gambar bulatan (dihitung saja ya....)
2.Usug kayu ukuran 5x7cm memanjang dari bawah ke atas bidang gambar dengan panjang 3.6 meter jumlah 3 buah.(lihat gambar 53.1)
3. Plat cor dek luasan 9.36 m2 didapatkan dari perkalian panjang dan lebar ( 2.6 m x 3.6 m)
4.Besi tulangan hanya menggunakan 1 lapis saja (yaitu hanya lapis atas lihat gambar 53.2) karena lapis bawah sudah menggunkan plat cor deck/floor deck. Anggka 57.83 kg didapatkan dari :
Perhitungan besi diameter 8mm melintang (arah 2.6 meter) yang dipasang tiap jarak 12.5cm, jadi hitunganya adalah 2.6 meter lebar plat dack rencana dibagi 12.5cm dan dikalikan kebutuhan besi yaitu panjang 3.6 mtr + 20 cm untuk tekuakan kebawah. (2.6/0.125)x3.6mtr=65.86 meter panjang
Dari perhitungan besi diameter 8mm memanjang (arah 3.6 meter) yang dipasang tiap jarak 12.5cm, jadi hitunganya adalah 3.6 meter lebar plat dack rencana dibagi 12.5cm dan dikalikan kebutuhan besi yaitu panjang 2.6 mtr + 20 cm untuk tekuakan kebawah. (3.6/0.125)x2.6mtr=80.64 meter panjang
Jadi total kebutuhan besi diameter 8mm adalah 146.50 meter panjang
Besrai besi 8mm tiap meter panjang adalah 0.394 kg
Jadi total kebutuhan besi untuk membuat plat dengna ukuran 2.6x3.6 meter adalah= 146.5 x0.394=57.83 Kg

Dan hitunganya seperti table dibawah ini:

Kebutuhan
Satuan
Indeks
Harga satuan
Harga
(a)
(b)
( c )
( d )
( e )
Bahan
Kayu kelas III
m3
0,08
 Rp 2.500.000
 Rp 189.000
Paku 5 cm – 12 cm
kg
0,23
 Rp      18.500
 Rp  4.196
Besi beton polos
kg
57,83
 Rp  9.000
 Rp  520.470
Kawat beton
kg
0,83
 Rp  18.500
 Rp15.284
PC
kg
339,66
 Rp   1.080
 Rp  366.828
PB
m3
0,55
 Rp  115.000
 Rp  62.776
KR
m3
0,82
 Rp  135.000
 Rp 110.540
Plat cor deck/floor deck
m2
9,36
 Rp 145.000
 Rp  1.357.200
Penutup ujung lantai dng balok cor sterioform t=3cm
m'
12,40
 Rp5.500
 Rp 68.200
Bambu, φ (7-10) cm, panjang 4 m
Batang
18,00
 Rp  8.500
 Rp153.000
Bambu, φ (7-10) cm, panjang 4 m pengaku tiang vertikal
Batang
9,00
 Rp  8.500
 Rp 76.500
Tenaga kerja
Pekerja
OH
4,77
 Rp  40.000
 Rp 190.800
Tukang batu
OH
0,27
 Rp   50.000
 Rp 13.406
Tukang kayu
OH
0,94
 Rp   52.500
 Rp 49.481
Tukang besi
OH
0,53
 Rp   45.000
 Rp   23.625
Kepala tukang
OH
0,19
 Rp   55.000
 Rp 10.203
Mandor
OH
0,18
 Rp   55.000
 Rp  9.911
Total harga satuan pekerjaan plat beton tiap 1.011 m3
Rp 3.221.419
Tabel 53.4 Tabel Analisa Harga Satuan Plat Lantai Beton Menggunakan Floof deck

Nah hasilnya jadi seperti tabel 53.4 di atas, tiap 1.011 m3 plat  lantai beton bertulang menggunakan floor deck harganya adalah Rp. 3.221.419, lho kenapa volumenya 1.011 meter kubik, bukan harga tiap 1 meter kubik. Jawabanya karena volume contoh panel plat lantai beton yang kita hitung adalah (3.6x2.6x0.12x0.9). Trus harga tiap meter kubik berapa ya.......jangan kawatir mudah kok.
Harga plat  lantai beton dengan menggunakan floor deck tiap 1 m3 adalah= (3.221.419/1.011)= Rp 3.186.368,8
Bingung dengan hitungan saya diatas, jangan kuwatir tak bantu dengan hitungan versi excel ...niih unduh saja disini (analisa harga satuan plat lantai beton menggunakan floordeck)
Mohon Jangan tingalkan halaman ini ! masih ada yang harus anda baca.
Analisa harga satuan plat lantai beton menggunakan floordeck ini menggunakan beberapa asumsi. Dan asumsi tersebut adalah :
  1. Sampel hitungan menggunakan dimensi plat lantai ukuran 2.6mx3.6 meter dengan ketebalan plat rencana 12 cm sedangkan reduksi volume beton karena penggunaan floordeck disumsikan 10%. Jadi volume beton adalah (2.6X3.6x0.12x0.9)
  2. Dasar hitungan diambil dari SNI 7394:2008 akan tetatpi dalam tulisan ini tidaklah mewakili dari SNI sendiri, karena BSNI sendiri belum mengeluarkanya standar analisa harga satuan plat beton menggunakan floordeck. Penulis mengambil beberapa koefisien berdasarkan pengalaman bukan berdasarkan seruntutan penelitian dan analisa statistik.
  3. Jarak penyanga vertikal dan horisontal asumsi dari penulis. Jarak penyangga bisa lebih rapat atau lebih renggang tergantung beberapa faktor .
  4. Harga dan upah merupakan asumsi dari penulis, bisa saja berbeda sesuai dengan keadaan, tempat dan aturan yang berlaku, akan tetapi untuk lebih tepatnya dapat anda isikan sesuai dengan harga dan upah didaerah anda trus tinggal ganti saja di lampiran file dengan format excel....
  5. Penutup ujung cor floor deck dengan balok beton menggunakan sterioform t=3cm. Sebenarnya dari sang penjual floor deck menyediakan produk tersebut. Tapi penulis pernah menggunakan sterioform dengan hasil yang sangat tidak mengecewakan kok.

Tulisan ini didedikasikan buat siapa saja yang mendapatkan faedah dari tulisan ini. Boleh digunakan sendiri atau disebarkan. Boleh bertukar link atau tidak. Boleh ditulis sumbernya atau juga dihilangkan sumbernya asalkan mendatangkan kebaikan dan bukan sebaliknya justru menebar keburukan.
Dengan rendah hati semoga tidak mengurangi kwalitas dari tulisan ini, “ibarat tiada gading yang tak retak” penulis menyadari masih ada kekurangan dalam tulisan ini yang tentu saja karena kekurangan dari diri sang penulis, maka kiranya bagi siapa saja yang bisa memberi masukan, dengan lapang hati sekiranya dapat di emailkan ke www.sketsarumahdangriya@yahoo.com

Semoga bermanffat yaa.......................



Sabtu, 12 Mei 2012

Cara Membuat Plat Dak Beton (Alternatif plat dak konvensional)

Banyak alasan kenapa seseorang membuat rumah tingkat. Pada tulisan kali ini kita tidak akan membahasnya kenapa rumah anda dijadikan bertingkat akan tetapi kita hanya akan membahas satu dari sekian banyak metode dalam menjadikan rumah anda tingkat. Pembaca sekalian, sudah diketahui kita semuanya bahwa salah satu cara untuk meningkat rumah anda adalah dengan menggunakan beton bertulang, metode ini banyak digunakan oleh sebagian besar rumah bertingkat di Indonesia khususnya di JAWA. Beton bertulang sebagai bahan utama penyusun laintai ini sudah pernah kita sajikan dalam beberapa tulisan di depan dan kita tidak akan membahsanya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas metode alternatif dalam membuat lantai dak beton.
Metode alternatif tersebut adalah menggunakan COR DEK (pada tulisan ini kita sebut seperti itu dulu, barang kali juga didapatkan nama yang lainya...silakan dengan apa anda menyebutnya) kalau tidak salah dalam bahasa inggris sering disebut STEEL FLOOR DECK. Mau tahu bentuknya seperti apa lihat gambar 52.1
Gambar 52.1 Plat Cor Dek

Bentuk gambar cor dek seperti gambar 52.1 hanya salah satu bentuk, dipasaran banyak ragam bentuk dan merk. Kurang puas dengan gambar 52.1 dan pengen tahu bentuk lainnya Coba dek tanya saja sahabat kita yang baik hati dan tidak sombong GOOGLE.
Lha kalau sudah dikombinasi dengan beton kadang dipaggil dengan sebutan COMPOSITE STEEL FLOOR DECK dan kira kira bentuknya jadi seperti dibawah ini (gambar 52.2)

Gambar 52.2 Gambar Potongan Plat Lantai Beton Menggunakan Plat Cor Deck 

Keterangan gambar 52.2 :
52.21. Jika sebuah komposit cor dek dipotong kira-kira hasilnya seperti gambar 52.2. Pada lingkaran berwarna merah dan tulisan Plac Cor deck merupakan Plat Cor Deck dimana dia selain berfungsi sebagai cetakan beton (begisting) juga berfungsi sebagai tulangan lapis bawah.
52.2.2 Lingkaran berwarna hijau dan tulisan besi tulangan merupakan tulangan plat beton lapis atas.
52.2.3 Lingkaran berwarna kuning tulisan beton merupakan cor beton.
Jika cor dek sudah terpadu menjadi sebuah system komponen bangunan dengan material beton kira-kira bentuknya dapat anda lihat pada gambar 52.3.



Gambar 52.3 Gambar Potongan Plat Lantai Cor Deck Dengan Balok Beton  Bertulang

Sekarang sudah terbayang kan apa itu plat lantai beton menggunakan cor deck. Baiklah pembaca yang kami hormati sekarang mungkin terbesit sebuah pertanyaan …..lha apa bedanya dengan plat lantai beton yang bisa dibuat? Perbedaan utama yang penulis garis bawahi adalah penggunaan plat cor deck sebagai penganti tulangan lapis bawah dan juga berfungsi sebagai begisting plat beton.
Baiklah pembaca sebelum kita berbicara lebih jauh lagi dan supaya anda dapat membedakan dengan plat yang biasa dibuat (kita sebut saja plat beton konvensional) maka anada kami sarankan untuk membaca pada posting sebelumnya http://rumahdangriya.blogspot.com/2012/03/menghitung-plat-beton.html.


Perbedaan  antara plat lantai beton  konvensional dengan plat lantai beton menggunakan cor dek kami sajikan dalam table di bawah ini :
Pembaca sekalian dari table tadi ada sesuatu yang menarik :

No.1 Dalam hal penggunaan tulangan ternyata plat konvensional lebih banyak
No.2 Dalam penggunaan begisting ternyata plat konvensional ternyata masih menggunakan sedangkan dengan menggunakan plat cor deck selain sebagai tulangan juga dapat berfungsi sebagai begisting. Artinya dengan menggunakan plat cor deck kita tidak butuh begisting yang banyak
No.3 Dengan menggunakan plat cor deck maka perancah atau penyangga begisting lebih sedikit.
Dengan fakta-fakta diatas berarti konsekwensinya bahwa pekerjaan plat lantai beton menggunakan plat cor deck menggunakan tulangan , begisting dan penyangga begisting lebih sedikit.
Benarkah seperti itu…………………..?
Benarkah lebih cepat dalam pembuatanya…….....?
Dan yang paling penting benarkan lebih murah……………….?
Mau tahu jawabanya baca posting setelah ini ……………….........……..insyalloh
Semoga bermanfaat .......................................................................................................ya

Kamis, 12 April 2012

CARA MENGATASI ATAP BOCOR

Mencegah lebih baik dari pada mengobati,  sebuah kalimat yang barang kali selalu ingin kita lakukan dalam banyak hal. Termasuk dalam prinsip tulisan ini. 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas atap. Ya atap, siap yang tidak tahu atap, salah satu komponen utama dari rumah kita sebagai perlindungan pertama dari cuaca terutama panas dan hujan.
Pembaca yang budiman pertama-tama kita perhatikan dulu gambar 52.1
Gambar 52.1 Atap Tepi Tanpa Bubungan
Keterangan gambar 52.1:
Lihat gambar dengan tanda merah, sesuai dengan judul Atap Tepi Tanpa Bubung. Kenapa kita berinama tanpa bubungan, yang karena pada tepi atap ini tidak ada bubungan  yang semestinya bisa juga dipasang bubung.

Pernah suatu ketika penulis tinggal diperumahan, sebuAh kompleks perumahan yang terdiri  100 buah rumah dengan sistem coupel. Rumahnya setipe  dan model atapnya mirip dengan seperti gambar 52.1 dan bagian tepi atapnya juga sama seperti gambar yang ditunjukan dengan garis merah (tanpa bubungan). Pembaca sekalian, tipe pembuatan atap seperti ini bukan masalah pada awalnya akan tetapi beberapa waktu setelah rumah dihuni, tepi atap tanpa bubung seperti ini menjadi sumber masalah dimana masalah utamamanya adalah karena pasangan bata yang digunakan sebagai bubungan atau penganti bubungan (lihat gambar 52.1 garis merah) terjadi retak-retak dalam jumlah yang banyak dan juga besar. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang pasangan bata yang digunakan sebagai bubungan ini terletak pada bagian yang sangat ekstrim dimana kalau pagi dan malam dingin sedangkan kalau siang panas karena ekstrinya panas ini menjadikan salah satu sebab utama terjadi retak.
Nah  akibat dari retaknya atap tepi tanpa bubungan ini adalah kebocoran dibawahnya, terkadang memang terdapat bocoran langsung berupa tetesan  akan tetapi seringnya berupa rembesan air dalan jumlah yang lumayan banyak pada dinding, yang ditandai dengan menjamurnya dinding. Kenapa biasanya akibat bocoran ini berupa rembesan dinding jawabanya karena memang metode pembuatan tepi atap seperti ini dengan memasukan sebagian genteng ke pasangan bata  lihat gambar 52.2
Gambar 52.2 Pemasangan Genteng Di tepi atap

Genteng ditepi atap (lihat gambar 52.2 tanda kuning) dimasukan kedalam pasangan bata kemudian dilakukan pemalasteran setelah itu ditutup pasangan bata lagi. Nah biasanya retaknya justru pada bagian dimana genteng dan bata ini disatuakan (lihat gambar 52.2 garis kuning) nah karena pada garis kuning tadi menjadi bagian retakan maka disitulah air meresap, dan dari resapan ini biasanyan membasahi dinding. Inilah sebab kenapa seringnya dengan sistem tepi atap seperti itu terjadi bocoran pada dinding berupa rembesan. Rembesan tadi ditandai dengan menjamurnya dinding dibagian bawah yang kena bocoran.

Wah kalau sudah bocor seperti ini jadi susah dong, apa rumah anda mengalami seperti ini, atau anda akan membuat rumah dan tidak ingin kejadian seperti ini terjadi dirumah anda ......................Bagaimana solusinya?
Kita paparkan satu solusi yang kami angap handal (bukan berarti tidak ada solusi yang lainnya) akan tetapi menurut penulis inilah yang terbaik.
Dan solusinya adalah "Pada bagian tepi atap anda gunakan wuwung atau bubungan, orang jawa terkadang menyebut juga kerpus, biasa juga disebut dengan nok."

Gambar 52.3. Bubungan Genteng

Catatan gambar 52.3:Walaupun Bubugan tidak terletak ditepi akan tetapi benda ini yang kami maksud (wuwung, nok atau kerpus) karen juga bisa dipasang ditepi.

Nah pembaca lihat pada gambar 52.3 yang kita garis tebal dengan warna kuning inilah cara yang penulis sarankan, dengan cara pemasangan tepi atap menggunakan bubungan ini maka sebenarmya tepi atau pertemuan atap sudah dilindungi oleh bubungan tersebut (lihat bentuk wuwung gambar 52.3 sebelah kanan). Nah pelindungan dari tetesan air yang melimpah melalui bubungan ini dilindungi oleh campuran semen yang juga digunakan untuk menempelkan bubungan.

Semoga bermanfaat yaa...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger