Senin, 06 Juni 2011

Membuat Fondasi Telapak (Foot Plate) Rencana Kerja Dan Syarat

Fondasi Telapak (Foot Plate)
 
Dalam posting sebelumnya telah kita bahas secara garis besar hal yang paling penting dalam merencanakan fondasi telapak (foot plate). Kita ulangi pertama adalah tanah dimana fondasi akan diletakan dan kedua konstruksi fondasi itu sendiri.
Dua hal tadi merupakan satu kesatuan yang harus dipenuhi dalam membuat fondasi bukan hanya fondasi telapak saja.
Dalam tulisan kali ini akan kami uraikan secara lebih terperinci hal-hal yang diperhatikan ketika merencanakan fondasi, terutama kondisi lingkungan di mana fondasi itu akan diletakan.
Hal-hal tersebut secara makna diambil dari buku Teknik Fondasi I, hal-hal tersebut adalah :
1. Pengaruh Muka Air Tanah Terhadap Daya Dukung Tanah 

Daya dukung tanah (dengan kata lain kekuatan tanah terhadap beban yang  berasal dari fondasi) akan menurun bila ada muka air tanah atau kekuatan tanah   akan menurun jika ada air. Sebagai konsekwensi dari hal ini maka jika dalam pelaksanaan fondasi kita  menemukan air yang nantinya akan merendem fondasi kita, maka perlu diadakan   penyesuaian konstruksi fondasi (dengan memperbesar atau dicari daya dukung tanah yang lebih besar dengan memperdalam galian). Barang kali terbesit sebuah pertanyaan bagaimana mengetahui muka air tanah atau kedalaman air tanah dari permukaan tanah. Cara duga yang paling mudah dan ekonomis yaitu dengan melihat kedalaman   sumur gali di sekitar rumah yang akan kita bangun

2.Bangunan Fondasi Diatas Tanah Berkapur. 
Umumnya tanah berkapur banyak dijumpai rongga-rongga bawah tanah, yang  memberikan pengaruh terhadap kemampuan dukung tanah setempat. Bukan hanya tanah berkapur, jika kita mendapati banyak rongga-rongga dalam tanah maka yang perlu dilakukan adalah usaha untuk memperbaiki tanah tersebut dengan mengisi rongga-rongga tadi dengan beton cor atau dengan urugan tanah baru yang dipadatkan.

3.Fondasi di atas Bekas Bangunan Lama 
Bekas bangunan lama yang kita maksud adalah timbunan sampah, sumur, septic  tank, riol saluran drainase atau pun bekas lobang-lobang lainnya yang cukup besar dari sisi ukuran. Bekas bangunan tadi dapat menimbulkan perbedaan penurunan bangunan baru yang akan kita buat. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan penimbunan yang sangat baik pada bekas lobang-lonbang tadi dan  gunakan sloof yang cukup kokoh, dimana sloof tadi berfungsi untuk jembatan dalam meratakan beban dari bangunan ke fondasi.

4.Bangunan Fondasi Baru Terletak di Samping Bangunan Fondasi Lama 
Jika bangunan fondasi baru kita terletak lebih dalam dari fondasi bangunan    lama, maka hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan longsor karena tanah galian fondasi baru kita telah mendapat tekanan dari fondsi yang lama, atau sebaliknya. Untuk mengatasinya, perhatikan sudut kemiringan galian kita. Semakin landai sudut kemiringan galian kemungkinan longsor semakin kecil dan semakin curam sudut galian kita, makin besar kemungkinan longsor dari galian kita. Jika fondasi kita lebih dangkal dari fondasi bangunan lama dan jika jaraknya cukup dekat, dimana perbandingan antara selisih kedalaman  fondasi baru dan  fondasi lama adalah setengah dari jarak mendatar fondasi baru dan lama, maka  fondasi baru kita akan membebani fondasi lama. 
Untuk lebih jelasnya kita perhatikan ilustrasi dibawah ini.
  
  
 Keterangan gambar : 

Fondasi telapak yang lebih kecil dan posisinya di atas, adalah fondasi baru.        
Fondasi yang lebih besar dan letaknya di bawah, adalah fondasi lama. Diagram berwarna hitam adalah distribusi penyaluran beban dari fondasi baru ke fondasi lama.
Pada ilustrasi di atas, jika posisinya seperti itu maka sebagian beban dari fondasi  baru akan membebani fondasi yang lama. Jika beban dari fondasi baru relatif besar, maka yang terjadi fondasi lama akan terjadi penurunan, dan akibat penurunan ini bangunan di atasnya akan terjadi penurunan bahkan bisa rusak lho....
JIKA KEDALAMAN FONDASI TELAPAK BARU LEBIH DALAM DIBANDINGKAN  DENGAN FONDASI LAMA
 

   Gambar posisi fondasi telapak baru lebih dalam dari fondasi telapak lama.
  

Keterangan gambar : 
Fondasi telapak yang lebih kecil dan posisinya di bawah adalah fondasi baru
Fondasi yang lebih besar dan letaknya di atas adalah fondasi lama 
Diagram berwarna hitam adalah distribusi penyaluran beban dari fondasi lama ke fondasi baru
Pada ilustrasi diatas, yang terjadi adalah fondasi baru kita justru akan mendapat sebagian beban dari fondasi lama.
Nah jika sekarang kita sudah mengetahuinya, maka sebaiknya anda mempertimbangkan dengan cermat jika fondasi rumah yang akan anda bangun nanti sudah ada teman didekatnya.
Jika fondasi baru anda lebih dalam, dimungkinkan fondasi anda justru kebebanan fondasi tetangga ataupun sebaliknya, justru fondasi tetangga anda yang akan kebebanan fondasi baru kita.
Saran rumahdangriya, coba deh bicara baik-baik dengan tetanga anda jangan sampai ada yang dirugikan, apalagi sampai ada keributan. Tulisan ini bukan bertujuan untuk memicu perselisihan dengan tetanga anda karna masalah fondasi, akan tetapi justru sebaliknya, jika dari awal sudah mengetahui hal semacam ini, semoga dikemudian hari tidak ada pihak yang dirugikan.


5.Bangunan Baru Di sisi Bangunan Lama 

Keadaan seperti ini biasanya kita dapati di daerah perkotaan, dimana    perumahan sangat padat dan terdapat bangunan yang tinggi. Konsekwensi dari bangunan yang tinggi ini adalah berat bangunan yang sangat besar dibandingkan dengan bangunan rumah tinggal pada umumnya. Jika disisi rumah kita ada bangunan yang sangat berat (bisa juga dikatakan bangunan yang tinggi) maka ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:
  • Jika jenis tanah pasir, maka dimungkinkan bahwa bangunan disekitar   bangunan tinggi atau berat akan terjadi penurunan. Hal ini karena tanah kebeban dengan sangat beratnya, dengan bahasa yang mudah tanah pasir tadi bisa ambles dan sebagai konsekwensinya karena dekat dengan bangunan yang ringan, maka bangunan ringan yang disebelahnya ikut turun juga.Tapi jangan kuwatir ini hanya kemungkinan saja, saya yakin para insinyur yang merencankan gedung tadi sudah mengatasi masalah itu dangan metode tertentu
  • Jika jenis tanahnya lempung maka yang terjadi bukan penurunan, akan tetapi justru bangunan ringan disebelahnya akan terdorong kesamping atau miring. Sekali lagi jangan takut pembaca itu hanya kemungkinan saja kok, saya berdoa semoga hal itu tidak terjadi........

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger